Advertisemen
Puasa di tanah air selalu berlangsung selama 12 jam. Maklum letak geografis Indonesia berada di garis khatulistiwa sehingga waktu siang dan malamnya sama.Berdasarkan perbedaan letak geografis itu, ada beberapa wilayah yang mengalami siang lebih lama dibanding malam atau sebaliknya.
Warga yang menjalankan puasa di Islandia, biasanya menjadikan lamanya waktu berpuasa ini sebagai tantangan. Selain harus menahan dahaga lebih lama, warga yang berpuasa di Islandia juga harus berhadapan dengan warga yang tidak berpuasa.
Matahari di Islandia tidak benar-benar tenggelam. Dia hanya turun sebentar dan meredup, sebelum terbit kembali. Waktu yang singkat itu, harus dimanfaatkan untuk berbuka puasa, salat Maghrib, shalat Isya, salat Tarwih dan makan sahur.
Baca Juga
Singkatnya waktu itu juga membuat mereka bisa melakukan salat isya, tarawih, dan sahur bersama di masjid, sebelum kemudian kembali ke rumah masing-masing. Mereka tidak punya banyak waktu untuk kembali ke rumah lalu datang lagi ke madjid.
Di Islandia, muslim adalah minoritas dengan populasi 0,3 persen.
Selain di Islandia, wilayah dengan waktu berpuasa terlama lainnya adalah Greenland.
Bagi kaum muslim di Islandia, berpuasa bukan hanya sekadar beribadah. Seorang perawat muslim di Islandia, Iris Bjork, seperti ditulis di pikiran-rakyat.com (16/6/2016), mengatakan bahwa tantangan paling berat pada mereka yang berpuasa adalah saat harus berbaur dengan mereka yang tidak berpuasa karena bisa bebas makan dan minum kapan saja. Waktu berbuka puasa di Islandia identik dengan teh dan sup harira yang berasal dari Maroko. Panjangnya waktu berpuasa, biasanya dimanfatakan untuk tidur sambil menantikan waktu berbuka. Di Indonesia, kita tak akan merasakan apa yang dialami Islandia. Sudah sepantasnya kita selalu bersyukur dengan apa yang kita dapatkan. Selamat berpuasa.

Add Comments